copas from
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150702520883430&id=78890693429&__mref=message_bubble
MENGAPA MANUSIA BISA BERBUAT JAHAT, DENGKI, FITNAH, MERAMPOK, MEMPERKOSA BAHKAN MEMBUNUH...... DLSB.....
Sebuah telaah yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untuk direnungkan, yang tidak rugi mengetahuinya....
Bertolak dari yang tersebut dalam Al Qur`an :
QS. AL MU`MINUUN : 12-14 :
“ Dan Sesungguhnya Kami Telah Menciptakan Manusia Dari Suatu Saripati (Berasal) Dari Tanah “.
“ Kemudian Kami Jadi...kan Saripati Itu Air Mani (Yang Disimpan) Dalam Tempat Yang Kokoh (Rahim) “.
“ Kemudian Air Mani Itu Kami Jadikan Segumpal Darah, Lalu Segumpal
Darah Itu Kami Jadikan Segumpal Daging, Dan Segumpal Daging Itu Kami
Jadikan Tulang Belulang, Lalu Tulang Belulang Itu Kami Bungkus Dengan
Daging. Kemudian Kami Jadikan Dia Makhluk Yang (Berbentuk) Lain. Maka
Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik “.
QS. ALI `IMRAN : 6 :
“ Dialah Yang Membentuk Kamu Dalam Rahim Sebagaimana Dikehendaki-Nya.
Tak Ada Tuhan (Yang Berhak Disembah) Melainkan Dia, Yang Maha Perkasa
Lagi Maha Bijaksana “
Sebelum Ruh ditiupkan ke dalam tubuh manusia, ternyata ada suatu rahasia yang terlupakan....
Tubuh terdiri dari 4 anasir :
ANASIR ANGIN, NAMANYA RUH REHAN.
Angin ini telah memenuhi segala rongga dalam tubuh.
Apa sifat Ruh Rehan ? … sama dengan sifat Angin. Apa sifat Angin ? Yang
kosong dia isi, setelah di isi dia lari … Itu tidak mau Kelintasan…
Pantang Kelintasan. Mana Perbuatan sehari – hari ? Begitu mendengar
bunyi saja, sudah rusak Iman kita, terganggu kita. Apalagi datang berita
dari orang lain … seolah – olah kita ada dalam peristiwa dan bahkan
melebih – lebihi peristiwa itu.
ANASIR AIR, NAMANYA RUH RAHMANI
Air ini telah menjadi urat, otak dan tulang pada tubuh. Sifatnya kasih,
yang rendah diisi yang tinggi mau dicapai. Pantang kerendahan, aplikasi
dalam kehidupan seseorang yang tidak mau kalah dengan yang lain, selalu
ingin melebihi orang lain dengan menghalalkan segala cara.
ANASIR TANAH, NAMANYA RUH JASMANI
Tanah ini telah menjadi daging, kulit dan bulu pada tubuh
Apa sifatnya ? … sama dengan Tanah. Apa saja yang ditanam semua
ditampung, baik buruk tidak pernah kenyang. Cirinya banyak tipu, manis
mulut, sebab dia tamak, loba, tidak pernah puas …serakah dan tidak
pandai bersyukur.
ANASIR API, NAMANYA RUH IDHAFI
Api ini telah
menjadi darah pada tubuh. Dalam kehidupan sehari hari ditandai sebagai
orang yang gampang tersinggung dan pemarah.... lihat saja jika orang
marah, mukanya berubah merah.....
Apabila Ruh Rehan dan Ruh
Rahmani (angin dengan Air) bekerja sama, maka orang kelainan jiwa dalam
bentuk dia trersenyum – senyum, membuat kalimat – kalimat sendiri. Tipe
yang halus.
Apabila bertemu Ruh Idhafi dengan Ruh Rahmani (api dengan air), itulah kelainan jiwa yang mengamuk.
Apabila bekerja sama antara Ruh Rehan dan Ruh Jasmani (tanah dengan
air), terjadilah NAFSU LAWWAMAH. Dapat dalam aplikasinya dia ajib, riya,
takabur, iri, dengki, hasut, fintah, tamak, loba dan sombong … dalam
batas normal artinya, begitulah kelakuan manusia.
Apabila bekerja sama antara Ruh Rahmani dengan Ruh Idhafi, terjadilah NAFSU AMARAH.
Apabila empat Anasir ini bersatu terjadilah NAFSU SAWIYYAH, seperti
anak – anak tidak berdosa, belum terangsang / termotivasi. Pagi
berantem, siang kawan lagi....
Atas dasar sifat sifat itu, bila
bekerjasama antara Nafsu Amarah dan Nafsu Lawwamah, itu yang disebut
sebagai SETAN. Setan inilah yang selalu membisikan kejahatan dalam dada
manusia, QS. AN NAAS : 4 - 6 :
“ Dari Kejahatan (Bisikan) Syaitan Yang Biasa Bersembunyi “,
“ Yang Membisikkan (Kejahatan) Ke Dalam Dada Manusia “,
“ Dari (Golongan) Jin Dan Manusia “.
Begitulah sifat sifat buruk manusia, yang memang sudah dinyatakan oleh Allah :
QS. AL MA`ARIJ : 19 – 21 :
“ Sesungguhnya Manusia Diciptakan Bersifat Keluh Kesah Lagi Kikir “.
“ Apabila Ia Ditimpa Kesusahan Ia Berkeluh Kesah “,
“ Dan Apabila Ia Mendapat Kebaikan Ia Amat Kikir “,
Inilah kondisi tubuh manusia sebelum ditiupkan Ruh oleh Allah yang
harus diketahui, dalam rangka memenuhi perintah Allah yang tertuang
dalam QS. ATH THAARIQ : 85 :
“ Hendaklah Manusia Itu Memikirkan Dari Apakah Asal Kejadiannya ? “
Setelah kondisi tubuh sampai waktunya (4 bulan 10 hari dalam
kandungan), maka kejadiannya disempurnakan oleh Allah dengan ditiupkan
Ruh ke dalamnya. Ruh inilah yang diperintah menundukan sifat sifat buruk
dalam dada manusia...
QS. AS SHAAD : 72 :
“ Maka apabila Telah
Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka
hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya ".
APA YANG TERJADI SETELAH DITIUPKAN RUH ......
------*****-------
KETIKA RUH DITIUPKAN KE DALAM TUBUH…
Sebuah Analisa…
Tubuh yang terdiri dari empat anasir (air, angin, tanah, api) dengan
masing-masing ruhnya (rehan, rahmani, jasmani, idhafi)… yang kemudian
menyebabkan keingkaran manusia kepada Tuhannya, setelah berusia 4 bulan
10 hari dalam kandungan, tibalah waktunya ditiupkan Ruh oleh Allah.
Karena Ruh akan ditempatkan dalam lingkungan keingkaran, sebelunnya...
diberi ultimatum oleh Allah supaya setelah masuk dalam lingkungan baru,
Ruh tidak lupa dengan Tuhannya.
QS. AL `ARAAF : 172 :
" Dan
(Ingatlah), Ketika Tuhanmu Mengeluarkan Keturunan Anak-Anak Adam Dari
Sulbi Mereka Dan Allah Mengambil Kesaksian Terhadap Jiwa Mereka (Seraya
Berfirman): "BUKANKAH AKU INI TUHANMU?" Mereka Menjawab: "BETUL (ENGKAU
TUBAN KAMI), KAMI MENJADI SAKSI". (Kami Lakukan Yang Demikian Itu) Agar
Di Hari Kiamat Kamu Tidak Mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam)
Adalah Orang-Orang Yang Lengah Terhadap Ini (Keesaan Tuhan) ",
Setelah bersaksi, maka ditiupkanlah Ruh guna kesempunaannya
QS. AS SHAAD : 72 :
" Maka Apabila Telah Kusempurnakan Kejadiannya Dan Kutiupkan Kepadanya
Roh (Ciptaan)Ku; Maka Hendaklah Kamu Tersungkur Dengan Bersujud
Kepadanya ".
Ruh inilah yang disebut Umat Mulia yang diberikan kepada manusia, Umat Mulia karena Ruh berasal langsung dari Allah….
QS. ALI IMRAN : 110 :
Kamu Adalah Umat Yang Terbaik Yang Dilahirkan Untuk Manusia, Menyuruh
Kepada Yang Ma'ruf, Dan Mencegah Dari Yang Munkar, Dan Beriman Kepada
Allah. Sekiranya Ahli Kitab Beriman, Tentulah Itu Lebih Baik Bagi
Mereka, Di Antara Mereka Ada Yang Beriman, Dan Kebanyakan Mereka Adalah
Orang-Orang Yang Fasik.
Maka sempurnalah kejadian yang disebut
Manusia, yang didalamnya telah bertemu sifat-sifat keingkaran (4 Anasir)
dengan sifat-sifat kesucian (Ruh)… Dengan menyatunya sifat-sifat yang
berlawanan ini, maka Allah langsung memberitahukan kepada Ruh dimana dia
berada sekarang.
QS. AT THAGHAABUN : 2 :
Dia-Lah Yang
Menciptakan Kamu Maka Di Antara Kamu ADA YANG KAFIR Dan Di Antaramu ADA
YANG MUKMIN. Dan Allah Maha Melihat Apa Yang Kamu Kerjakan.
Surat At Thaghaabun, ayat 2 ini, perlu dipahami lebih baik…
Dikatakan DIANTARA KAMU… bukan kamu – kamu… artinya dalam tubuh sebatang itu ada sifat-sifat kafir dan sifat-sifat mukmin.
Kafir bahasa Arab = bahasa Indonesianya Ingkar
Mukmin, itulah Ruh yang ditiupkan langsung dari Tuhan, ABDI FI KALBU
MUKMIN… hamba-Ku dihati mereka namanya Mukmin… Jadi kalau Qur`an
menyebut KAMU, itu ditujukan kepada Hambanya / Ruh yang ditiupkan dalam
dada manusia….
Kalau disebut Kafir, berarti menunjuk kepada PERBUATANNYA, begitu juga Mukmin…
Jika manusia itu berbuat keingkaran dan kezaliman, itulah kafir …
Sebaliknya, jika manusia berbuat kebaikan dan mengharapkan ridho dari
Tuhan, itulah Mukmin… Dan dalam kenyataannya, setiap manusia mempunyai
dua sifat / kecenderungan yang bertentangan, berbuat kejahatan dan
berbuat kebaikan…
Semua tergantung perbuatannya. Karena perbuatan menunjukan nama….
Jika mengajar di sekolah namanya guru, Jika duduk dibelakang setir
namanya sopir, Jika mengambil milik orang lain namanya pencuri…
Jadi
seluruh Perbuatan keingkaran itu berasal dari manusia itu sendiri,
bukan dari Tuhan, sebaliknya semua pperbuatan kebaikan itu dari hidayah
Tuhan. Dan hal ini sudah diingatkan oleh Tuhan…
QS. AN NISSA : 79 :
`` Barang Yang Mengenai Padaku Yang Ia Dari Pada Kebajikan Maka Adalah
Ia Dari Pada Allah. Barang Yang Mengenai Padaku Yang Ia Dari Pada
Kejahatan Maka Adalah Ia Dari Pada Kamu ``
Dalam kenyataan
kehidupan sehari-hari, banyak manusia melakukan keingkaran, ini
menandakan Ruh sudah terpedaya oleh sumber keingkaran tersebut (4
Anasir). Hal ini terus terjadi, dan sulit dihentikan tanpa pertolongan
dari Tuhan, oleh karena itu diperintahkan berdoa :
QS. AL A’RAF : 23 :
"Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika
Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya
pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.
Selain itu, juga
diperintahkan untuk selalu ingat kepada – Nya sebagaimana awalnya dulu
sebelum ditiupkan kedalam dada manusia….
QS. AL BAQARAH : 152 :
Karena Itu, INGATLAH KAMU KEPADA-KU NISCAYA AKU INGAT (PULA) KEPADAMU,
Dan Bersyukurlah Kepada-Ku, Dan Janganlah Kamu Mengingkari (Nikmat)-Ku.
QS. Al Baqaroh : 186 :
Dan Apabila Hamba-Hamba-Ku Bertanya Kepadamu Tentang Aku, Maka
(Jawablah), Bahwasanya AKU ADALAH DEKAT. AKU MENGABULKAN PERMOHONAN
ORANG YANG BERDOA Apabila Ia Memohon Kepada-Ku, Maka Hendaklah Mereka
Itu Memenuhi (Segala Perintah-Ku) Dan Hendaklah Mereka Beriman
Kepada-Ku, Agar Mereka Selalu Berada Dalam Kebenaran.
QS. AR RA’D, : 28 :
(Yaitu) Orang-Orang Yang Beriman Dan Hati Mereka Manjadi Tenteram
Dengan Mengingat Allah. Ingatlah, HANYA DENGAN MENGINGATI ALLAH-LAH HATI
MENJADI TENTERAM.
QS. THAAHAA : 14 :
Sesungguhnya Aku Ini
Adalah Allah, Tidak Ada Tuhan (Yang Hak) Selain Aku, Maka Sembahlah Aku
Dan DIRIKANLAH SHALAT UNTUK MENGINGAT AKU.
AL BAQARAH : 44 :
" MENGAPA KAMU SURUH ORANG LAIN BERBUATB
KEBAIKAN, SEDANG KAMU MELUPAKAN DIRI MU SENDIRI, PADAHAL KAMU MEMBACA
AL KITAB ? MAKA TIDAKLAH KAMU BERPIKIR ? ".
AL ISRAA’ : 14 :
" BACALAH KITABMU, CUKUPLAH DIRIMU SENDIRI PADA WAKTU INI SEBAGAI PENGHISAB TERHADAPMU ".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar