Selasa, 18 Oktober 2016

Hakikat definisi Kafir dan Mukmin

copas from
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10150702520883430&id=78890693429&__mref=message_bubble

MENGAPA MANUSIA BISA BERBUAT JAHAT, DENGKI, FITNAH, MERAMPOK, MEMPERKOSA BAHKAN MEMBUNUH...... DLSB.....

Sebuah telaah yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untuk direnungkan, yang tidak rugi mengetahuinya....
Bertolak dari yang tersebut dalam Al Qur`an :
QS. AL MU`MINUUN : 12-14 :
“ Dan Sesungguhnya Kami Telah Menciptakan Manusia Dari Suatu Saripati (Berasal) Dari Tanah “.
“ Kemudian Kami Jadi...kan Saripati Itu Air Mani (Yang Disimpan) Dalam Tempat Yang Kokoh (Rahim) “.
“ Kemudian Air Mani Itu Kami Jadikan Segumpal Darah, Lalu Segumpal Darah Itu Kami Jadikan Segumpal Daging, Dan Segumpal Daging Itu Kami Jadikan Tulang Belulang, Lalu Tulang Belulang Itu Kami Bungkus Dengan Daging. Kemudian Kami Jadikan Dia Makhluk Yang (Berbentuk) Lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik “.
QS. ALI `IMRAN : 6 :
“ Dialah Yang Membentuk Kamu Dalam Rahim Sebagaimana Dikehendaki-Nya. Tak Ada Tuhan (Yang Berhak Disembah) Melainkan Dia, Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana “
Sebelum Ruh ditiupkan ke dalam tubuh manusia, ternyata ada suatu rahasia yang terlupakan....
Tubuh terdiri dari 4 anasir :
ANASIR ANGIN, NAMANYA RUH REHAN.
Angin ini telah memenuhi segala rongga dalam tubuh.
Apa sifat Ruh Rehan ? … sama dengan sifat Angin. Apa sifat Angin ? Yang kosong dia isi, setelah di isi dia lari … Itu tidak mau Kelintasan… Pantang Kelintasan. Mana Perbuatan sehari – hari ? Begitu mendengar bunyi saja, sudah rusak Iman kita, terganggu kita. Apalagi datang berita dari orang lain … seolah – olah kita ada dalam peristiwa dan bahkan melebih – lebihi peristiwa itu.
ANASIR AIR, NAMANYA RUH RAHMANI
Air ini telah menjadi urat, otak dan tulang pada tubuh. Sifatnya kasih, yang rendah diisi yang tinggi mau dicapai. Pantang kerendahan, aplikasi dalam kehidupan seseorang yang tidak mau kalah dengan yang lain, selalu ingin melebihi orang lain dengan menghalalkan segala cara.
ANASIR TANAH, NAMANYA RUH JASMANI
Tanah ini telah menjadi daging, kulit dan bulu pada tubuh
Apa sifatnya ? … sama dengan Tanah. Apa saja yang ditanam semua ditampung, baik buruk tidak pernah kenyang. Cirinya banyak tipu, manis mulut, sebab dia tamak, loba, tidak pernah puas …serakah dan tidak pandai bersyukur.
ANASIR API, NAMANYA RUH IDHAFI
Api ini telah menjadi darah pada tubuh. Dalam kehidupan sehari hari ditandai sebagai orang yang gampang tersinggung dan pemarah.... lihat saja jika orang marah, mukanya berubah merah.....
Apabila Ruh Rehan dan Ruh Rahmani (angin dengan Air) bekerja sama, maka orang kelainan jiwa dalam bentuk dia trersenyum – senyum, membuat kalimat – kalimat sendiri. Tipe yang halus.
Apabila bertemu Ruh Idhafi dengan Ruh Rahmani (api dengan air), itulah kelainan jiwa yang mengamuk.
Apabila bekerja sama antara Ruh Rehan dan Ruh Jasmani (tanah dengan air), terjadilah NAFSU LAWWAMAH. Dapat dalam aplikasinya dia ajib, riya, takabur, iri, dengki, hasut, fintah, tamak, loba dan sombong … dalam batas normal artinya, begitulah kelakuan manusia.
Apabila bekerja sama antara Ruh Rahmani dengan Ruh Idhafi, terjadilah NAFSU AMARAH.
Apabila empat Anasir ini bersatu terjadilah NAFSU SAWIYYAH, seperti anak – anak tidak berdosa, belum terangsang / termotivasi. Pagi berantem, siang kawan lagi....
Atas dasar sifat sifat itu, bila bekerjasama antara Nafsu Amarah dan Nafsu Lawwamah, itu yang disebut sebagai SETAN. Setan inilah yang selalu membisikan kejahatan dalam dada manusia, QS. AN NAAS : 4 - 6 :
“ Dari Kejahatan (Bisikan) Syaitan Yang Biasa Bersembunyi “,
“ Yang Membisikkan (Kejahatan) Ke Dalam Dada Manusia “,
“ Dari (Golongan) Jin Dan Manusia “.
Begitulah sifat sifat buruk manusia, yang memang sudah dinyatakan oleh Allah :
QS. AL MA`ARIJ : 19 – 21 :
“ Sesungguhnya Manusia Diciptakan Bersifat Keluh Kesah Lagi Kikir “.
“ Apabila Ia Ditimpa Kesusahan Ia Berkeluh Kesah “,
“ Dan Apabila Ia Mendapat Kebaikan Ia Amat Kikir “,
Inilah kondisi tubuh manusia sebelum ditiupkan Ruh oleh Allah yang harus diketahui, dalam rangka memenuhi perintah Allah yang tertuang dalam QS. ATH THAARIQ : 85 :
“ Hendaklah Manusia Itu Memikirkan Dari Apakah Asal Kejadiannya ? “
Setelah kondisi tubuh sampai waktunya (4 bulan 10 hari dalam kandungan), maka kejadiannya disempurnakan oleh Allah dengan ditiupkan Ruh ke dalamnya. Ruh inilah yang diperintah menundukan sifat sifat buruk dalam dada manusia...
QS. AS SHAAD : 72 :
“ Maka apabila Telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; Maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya ".
APA YANG TERJADI SETELAH DITIUPKAN RUH ......
------*****-------
KETIKA RUH DITIUPKAN KE DALAM TUBUH…
Sebuah Analisa…
Tubuh yang terdiri dari empat anasir (air, angin, tanah, api) dengan masing-masing ruhnya (rehan, rahmani, jasmani, idhafi)… yang kemudian menyebabkan keingkaran manusia kepada Tuhannya, setelah berusia 4 bulan 10 hari dalam kandungan, tibalah waktunya ditiupkan Ruh oleh Allah.
Karena Ruh akan ditempatkan dalam lingkungan keingkaran, sebelunnya... diberi ultimatum oleh Allah supaya setelah masuk dalam lingkungan baru, Ruh tidak lupa dengan Tuhannya.
QS. AL `ARAAF : 172 :
" Dan (Ingatlah), Ketika Tuhanmu Mengeluarkan Keturunan Anak-Anak Adam Dari Sulbi Mereka Dan Allah Mengambil Kesaksian Terhadap Jiwa Mereka (Seraya Berfirman): "BUKANKAH AKU INI TUHANMU?" Mereka Menjawab: "BETUL (ENGKAU TUBAN KAMI), KAMI MENJADI SAKSI". (Kami Lakukan Yang Demikian Itu) Agar Di Hari Kiamat Kamu Tidak Mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) Adalah Orang-Orang Yang Lengah Terhadap Ini (Keesaan Tuhan) ",
Setelah bersaksi, maka ditiupkanlah Ruh guna kesempunaannya
QS. AS SHAAD : 72 :
" Maka Apabila Telah Kusempurnakan Kejadiannya Dan Kutiupkan Kepadanya Roh (Ciptaan)Ku; Maka Hendaklah Kamu Tersungkur Dengan Bersujud Kepadanya ".
Ruh inilah yang disebut Umat Mulia yang diberikan kepada manusia, Umat Mulia karena Ruh berasal langsung dari Allah….
QS. ALI IMRAN : 110 :
Kamu Adalah Umat Yang Terbaik Yang Dilahirkan Untuk Manusia, Menyuruh Kepada Yang Ma'ruf, Dan Mencegah Dari Yang Munkar, Dan Beriman Kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab Beriman, Tentulah Itu Lebih Baik Bagi Mereka, Di Antara Mereka Ada Yang Beriman, Dan Kebanyakan Mereka Adalah Orang-Orang Yang Fasik.
Maka sempurnalah kejadian yang disebut Manusia, yang didalamnya telah bertemu sifat-sifat keingkaran (4 Anasir) dengan sifat-sifat kesucian (Ruh)… Dengan menyatunya sifat-sifat yang berlawanan ini, maka Allah langsung memberitahukan kepada Ruh dimana dia berada sekarang.
QS. AT THAGHAABUN : 2 :
Dia-Lah Yang Menciptakan Kamu Maka Di Antara Kamu ADA YANG KAFIR Dan Di Antaramu ADA YANG MUKMIN. Dan Allah Maha Melihat Apa Yang Kamu Kerjakan.
Surat At Thaghaabun, ayat 2 ini, perlu dipahami lebih baik…
Dikatakan DIANTARA KAMU… bukan kamu – kamu… artinya dalam tubuh sebatang itu ada sifat-sifat kafir dan sifat-sifat mukmin.
Kafir bahasa Arab = bahasa Indonesianya Ingkar
Mukmin, itulah Ruh yang ditiupkan langsung dari Tuhan, ABDI FI KALBU MUKMIN… hamba-Ku dihati mereka namanya Mukmin… Jadi kalau Qur`an menyebut KAMU, itu ditujukan kepada Hambanya / Ruh yang ditiupkan dalam dada manusia….
Kalau disebut Kafir, berarti menunjuk kepada PERBUATANNYA, begitu juga Mukmin…
Jika manusia itu berbuat keingkaran dan kezaliman, itulah kafir …
Sebaliknya, jika manusia berbuat kebaikan dan mengharapkan ridho dari Tuhan, itulah Mukmin… Dan dalam kenyataannya, setiap manusia mempunyai dua sifat / kecenderungan yang bertentangan, berbuat kejahatan dan berbuat kebaikan…
Semua tergantung perbuatannya. Karena perbuatan menunjukan nama….
Jika mengajar di sekolah namanya guru, Jika duduk dibelakang setir namanya sopir, Jika mengambil milik orang lain namanya pencuri…
Jadi seluruh Perbuatan keingkaran itu berasal dari manusia itu sendiri, bukan dari Tuhan, sebaliknya semua pperbuatan kebaikan itu dari hidayah Tuhan. Dan hal ini sudah diingatkan oleh Tuhan…
QS. AN NISSA : 79 :
`` Barang Yang Mengenai Padaku Yang Ia Dari Pada Kebajikan Maka Adalah Ia Dari Pada Allah. Barang Yang Mengenai Padaku Yang Ia Dari Pada Kejahatan Maka Adalah Ia Dari Pada Kamu ``
Dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, banyak manusia melakukan keingkaran, ini menandakan Ruh sudah terpedaya oleh sumber keingkaran tersebut (4 Anasir). Hal ini terus terjadi, dan sulit dihentikan tanpa pertolongan dari Tuhan, oleh karena itu diperintahkan berdoa :
QS. AL A’RAF : 23 :
"Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.
Selain itu, juga diperintahkan untuk selalu ingat kepada – Nya sebagaimana awalnya dulu sebelum ditiupkan kedalam dada manusia….
QS. AL BAQARAH : 152 :
Karena Itu, INGATLAH KAMU KEPADA-KU NISCAYA AKU INGAT (PULA) KEPADAMU, Dan Bersyukurlah Kepada-Ku, Dan Janganlah Kamu Mengingkari (Nikmat)-Ku.
QS. Al Baqaroh : 186 :
Dan Apabila Hamba-Hamba-Ku Bertanya Kepadamu Tentang Aku, Maka (Jawablah), Bahwasanya AKU ADALAH DEKAT. AKU MENGABULKAN PERMOHONAN ORANG YANG BERDOA Apabila Ia Memohon Kepada-Ku, Maka Hendaklah Mereka Itu Memenuhi (Segala Perintah-Ku) Dan Hendaklah Mereka Beriman Kepada-Ku, Agar Mereka Selalu Berada Dalam Kebenaran.
QS. AR RA’D, : 28 :
(Yaitu) Orang-Orang Yang Beriman Dan Hati Mereka Manjadi Tenteram Dengan Mengingat Allah. Ingatlah, HANYA DENGAN MENGINGATI ALLAH-LAH HATI MENJADI TENTERAM.
QS. THAAHAA : 14 :
Sesungguhnya Aku Ini Adalah Allah, Tidak Ada Tuhan (Yang Hak) Selain Aku, Maka Sembahlah Aku Dan DIRIKANLAH SHALAT UNTUK MENGINGAT AKU.

AL BAQARAH : 44 :
" MENGAPA KAMU SURUH ORANG LAIN BERBUATB KEBAIKAN, SEDANG KAMU MELUPAKAN DIRI MU SENDIRI, PADAHAL KAMU MEMBACA AL KITAB ? MAKA TIDAKLAH KAMU BERPIKIR ? ".
AL ISRAA’ : 14 :
" BACALAH KITABMU, CUKUPLAH DIRIMU SENDIRI PADA WAKTU INI SEBAGAI PENGHISAB TERHADAPMU ".

Tidak ada komentar: